Jika seseorang dilanda musibah, ia akan bersedih, menyalah kan orang lain, menyalahkan diri sendiri, bahkan menyalahkan ALLAH. Sebaliknya, jika memdapat keberuntungan, lupa diri dan tenggelam dalam gaya hidup yang berlebih-lebihan.
Gambaran diatas menunjukkan keadaan dari kebanyakan manusia manusia yang kurang memahami rahasia dan hikmah takdir. Sesungguhnya, jika kita memahami/mempelajari takdir ALLAH, tentu akan dapat menyingkap hikmah yang tersembunyi. Maka baik atau buruk keadaan yang kita terima tidaklah menggoyahkan kehidupan. Ada yang berpendapat bahwa ketetapan takdir itu sebelum penciptaan langit dan bumi.
Sesuai dengan Hadis Rasulullah saw yang berbunyi :"ALLAH telah menetapkan takdir mahluk ini sebelum DIA menciptakan langit dan bumi dalam jarak lima puluh ribu tahun.Dan Arsy-NYA di atas air". Sedangkan ALLAH berfirman di dalam SURAT AL HADID AYAT 22 :"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi ini dan tidak pula pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami memnciptakannya". Mengenai REJEKI, AJAL, BAHAGIA DAN SENGSARA seorang manusia telah ditentukan pada saat ia berada dirahim ibunya. Sesuai Hadis Rasulullah saw yang berbunyi :"Sesungguhnya penciptaan salah seorang diantara kalian berkumpul di dalam rahim ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, kemudian diutus kepadanya malaikat yang diperintahkan empat hal, lalu ditetapkan baginya rejeki, ajal dan amlnya, apakah akan sengsara atau bahagia.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan