Selasa, 30 April 2013

MAKSUD AYAT KURSI

MAKSUD AYAT KURSI

Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255)


KELEBIHAN AYAT KURSI

Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sholat fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, insyaAllah akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Allah s.w.t.

Mengikut keterangan dari kitab "Asraarul Mufidah" sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah.

Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, Insya-Allah, Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta memudahkannya menerima ilmu pengetahuan.

Rasullullah s.a.w. bersabda bermaksud: "Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya.

Sabda baginda lagi; "Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar."

Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad.

Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan.

Pengamal ayat Kursi juga, dengan izin Allah, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah.

Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.

Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, insya-Allah akan menyebabkan syaitan dan jin terbakar.

Jika anda berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu sebaiknya anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sholat yang lain.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sholat, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah2 di sekitarnya.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sholat Fardhu, Allah menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan2 orang yang benar, pahala nabi2 juga Allah melimpahkan padanya rahmat.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid.

Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya Dari Abdullah bin 'Amr r.a.

Ahad, 28 April 2013

Allah Memberi Petunjuk Hamba-Nya Yang Sabar

Allah Memberi Petunjuk Hamba-Nya Yang Sabar Dalam suatu perkuliahan, Dr. Khalid al-Jabir salah seorang dokter spesialis bedah dirumah sakit Riyadh menuturkan sebuah kisah nyata. Beliau berkata, bahwa dulu ketika masih kuliah beliau punya seorang teman yang kuliah di akademi militer. Dia adalah mahasiswa yang sangat gagah, cerdas dan shalih. Ketika wisuda dia adalah lulusan terbaik dan meraih penghargaan tertinggi dari kampusnya. Tentu saja hal ini membuat dia dan keluarganya merasa bangga. Akan tetapi, setelah beberapa bulan selesai dari pendidikannya itu, dia terserang demam yang pada awalnya hanyalah influenza biasa. Demamnya ini kemudian membuat tubuhnya menjadi sangat kurus bahkan akhirnya dia terserang lumpuh total. Dia harus dirawat intensif di rumah sakit karena kondisinya yang semakin memburuk. Menurut analisa dokter sangat kecil kemungkinan dia bisa sembuh dan baik kembali. Sebulan kemudian, saya datang menjenguknya di rumah sakit. Saya mendapatinya terbaring lemah tanpa bisa bergerak, sangat berbeda dengan kondisinya yang gagah, kuat, lincah dan agresif ketika masih sehat dahulu. Saya berusaha menghiburnya untuk selalu bersabar dan berdo’a supaya bisa cepat sembuh. Akan tetapi, diluar dugaan saya dia mengucapkan suatu ungkapan yang membuat saya terkejut sekaligus merasa kagum atas kesabarannya. Dia berkata kepada saya, “Saudaraku, ini adalah bukti kasih saying Allah kepada saya. Dulu ketika saya sehat dan kuat saya lengah terhadap al-Qur’an, karena kesibukan saya menghadapi tugas dunia. Dengan sakit seperti ini, saya tidak lagi disibukan oleh dunia sehingga saya bisa berkosentrasi menghafal al-Qur’an”. Saya benar-benar terkejut dengan ucapannya itu dan mungkin tidak akan bisa saya lupakan. Beberapa bulan kemudian, saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan program S2 sehingga saya harus berangkat ke luar kota. Sebelum saya berangkat terlebih dahulu saya menjenguknya di rumah sakit. Saat bertemu dengannya kembali saya menghiburnya dan mengajaknya untuk menggerak-gerakan kakinya demi percepatan kesembuhannya. Kembali saya mendapat pelajaran berharga yang keluar dari mulutnya, “Saudaraku, saya malu untuk cepat sembuh. Jika Allah mentakdirkan saya sembuh, saya akan terima dengan penuh rasa syukur. Namun, jika Allah mentakdirkan saya untuk tidak sembuh saya juga bersyukur kepadanya. Sebab, hanya Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Bisa jadi kita mengharapkan kesembuhan, namun bagi Allah kesembuhan bukanlah yang terbaik untuk kita. Ingatlah firman Allah …َنوُمَلْعَت اَل ْمُتْنَأَو ُمَلْعَي ُهَّللاَو ْمُكَل ٌّرَش َوُهَو اًئْيَش اوُّبِحُت ْنَأىَسَعَو ْمُكَل ٌرْيَخ َوُهَو اًئْيَش اوُهَرْكَت ْنَأىَسَعَو Artinya: “…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah[2]:216 Saya benar-benar kagum atas ketabahan dan sikapnya yang selalu memandang semua yang datang dari Allah adalah kebaikan. Kemudian saya berangkat melanjutkan studi ke luar kota selama dua tahun. Namun, setelah satu tahun saya kembali ke kampung saat liburan musim panas. Saya mengira sahabat saya masih terbaring tidak berdaya di rumah sakit, sehingga sayapun menuju ke sana untuk melihat keadaannya. Setelah saya tanya kepada petugas rumah sakit tentang keberadaan sahabat saya itu, petugas memberitahukan bahwa dia sudah pulang. Ketika itu waktu shalat zuhur datang, saya berwudhu’ untuk kemudian shalat berjama’ah di sebuah masjid. Alangkah terkejutnya saya ketika ada suara memanggil yang tidak lain adalah sahabat saya yang dulu terbaring tidak berdaya di rumah sakit. Dia sekarang sangat sehat seperti sebelum dia diserang penyakit. Kemudian dia berkata, “Sahabatku, begitulah Tuhan menyayangi saya, dengan penyakit yang didatangkan-Nya dulu sekarang saya sudah hafal al-Qur’an dengan sempurna. Dan sekarang saya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke Riyadh”. Saat itulah saya menangis, disamping karena haru melihat sahabat saya atas kesembuhannya, namun juga saya menangis karena menyesali diri saya sendiri betapa lalai dan lengahnya saya yang diberikan kesehatan oleh Allah namun tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Setelah itu lama sekali kami tidak bertemu, hingga lima tahun kemudian saya mengetahui bahwa dia sudah menjadi perwira berpangkat kapten di dinas militernya. Begitulah akhir sebuah kesabaran dan baik sangka seorang hamba terhadap Allah. Allah akan selalu membimbingnya, mengasihinya bahkan akan memberikan yang terbaik untuknya, di dunia dan di akhirat. Begitulah yang disebutkan Allah adalam surat al-Baqarah [2]: 155 َنوُدَتْهُمْلا157 ُمُه َكِئَلوُأَو ٌةَمْحَرَو ْمِهِّبَر ْنِم (َنوُعِجاَر ِهْيَلِإ156ٌتاَوَلَص ْمِهْيَلَع َكِئَلوُأ) اَّنِإَو ِهَّلِل اَّنِإ اوُلاَق ٌةَبيِصُم ْمُهْتَباَصَأ (َنيِرِباَّصلا ِرِّشَبَو155اَذِإ َنيِذَّلا) ِتاَرَمَّثلاَو ِسُفْنَأْلاَو ِلاَوْمَأْلا َنِم ٍصْقَنَو ِعوُجْلاَو ِفْوَخْلا َنِم ٍءْيَشِب ْمُكَّنَوُلْبَنَلَو()

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar(155), (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"(156), Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(157).”

Pesanan

Assalamualaikum wkt.. inikah khalifah yg di katakan Allah swt.. Malu la pada sendiri diri sebab agama lain kamu sanggup bergaduh tapi kita satu agama.. Jgn begini, di sebab kn salah orang lain terluka lain yg mangsa.. Sekarang bukan siapa salah siapa benar.. Pandang diri kamu masing2 mcm mana kamu ingin seorang khalifah jika tidak tahu apa itu API dan AIR..
jika masih tak tahu bertolak ansur..
ADMIN- Aku tahu ko berpengetahuan tapi jika cara ko salah baik tak payah post.. Tahu orang yg menjadi pertelingkahan itu adalah selalu berkawan syaitan
.. tak sedarkan.. Baca betul2 Post ko tu.. Memang betul Solat itu lebih penting daripada FB.. tapi kau telah menjatuhkan hukum.. Dan ada terasa apa yg ko cakap tu salah.. Allah swt ingin hambaNYA bersatu jadi jika ko mengwujudkan pertelingkahan mcm nie.. engkau penyebabnya... Maafkan saya Setiap apa yg kita buat bual Orang AKAN NILAI DAN KOMEN JADI FIKIR SEBELUM POST BUKAN SIAPA MELAGAKAN.. JIKA KAU MENCARI NAMA ENGKAU MEMANG LARI DARI GARISAN DIRI MU SENDIRI..

jadi la dirimu sebenar Assalamualaikum saudaraku...

Sabtu, 27 April 2013

Mata Hati

Perempuan adalah golongan yang lemah.. Bila lemah dia akan menangis... Bila dia nangis selalu mengambil keputusan yang singkat, atau
bila dia tak tahan dia nangis sebab selalu kecewa.. Bila kecewa dia akan menangis lagi, tapi kebanyakan nangis dalam hati.. Ada dua keputusan biasa dia buat pertama dia Fed-up dia malas nak layan Single lagi best tapi bila sampai satu masa dia kekosongan atau dia akan ingat cinta sejati dia, dan dia nangis sampai bila tak tahu tapi masa terus berjalan .. Atau kedua
Dia akan cari lain, kononnya nak balas dendam tapi dendam itu ke yang membawa kebahagiaan..? Tak salah, kita mengimbas masa yang manis.. Tak salah merindui dia yang pergi tapi sampai bila..? Tidakkah terfikir bumi ini luas.. Allah swt tahu apa awak lalui, Allah swt sedar apa yang awak lakukan.. Tapi Allah swt tak ingin hambaNYA hanya mampu mengimbau
saat engkau dengan aku berpegang tangan..Aku tak boleh lupa kenangan itu.. Bukan itu, pandang la Kenapa dia nie merempat...? Kenapa
dia cacat sebelah tangan gajinya beribu2...? Kenapa pagi2 jalan raya nie JEM hari2..? Kenapa dia angkuh bila naik pangkat..? Kenapa hari orang berkerja..?

         Yang pergi tetap kan pergi, mengingati cinta sejati cukup la mendoakan kesejahteraan
nya dia.. Kerana Allah swt lebih menyayangi dia,
begitu jugak aku sekalipun ia lalu di hadapan ku, hanya senyum dapat ku sampai kan.. Cerita hidup ini bukan untuk sesiapa tapi ia jugak untuk saya.. Hanya itu yang mampu aku lakukan
samada ia mengubah atau Aku tak mampu melakukannya, Aku lemah... Tidak..!!! Aku tak tahu, Tapi Allah swt berfirman

  Sesungguhnya Aku Tak Akan Mengubah Sebuah Kaum Itu, Jika Ia Tidak Mengubahnya..

Melukai mu, bukan harapan ku.. Hanya dapat ku pesan.. Aku Mati Kerana Allah Swt, Aku Hidup Kerana Allah Swt.. Aku Bertemu DenganMu Kerana Allah Swt.. Segalanya Ku Serahkan Kepada Allah Swt.. Aku Berusaha Yang Termampu Kerana Aku Adalah Antara Kalifah Allah Swt.. Begitu jugak dirimu, Begitu jugak dia, Dekatnya Bila Kita Berzikir PadaNYA.. Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah..
Sebut lah selagi nadi mu masih berdenyut..

Hanya Hamba Allah..
Asmarakala

Selasa, 23 April 2013

Bumi Ini Luas dan berputar

www.facebook.com/PandangFikirNilaiDanPutuskan.

Kisah Nabi Masa Kecil Dan Remaja

Nabi Muhammad saw ketika usia kanak kanak dan remaja

Dr Mustaffa Siba’ie menyebut beberapa kisah kehidupan Nabi saw ketika kanak-kanak dan remaja. Kisah yang menunjukkan ketinggian akhlak seorang yang bakal membawa risalah Islam akhir zaman. Kisah Nabi saw yang mesti menmjadi teladan kepada kita sebagai pendakwah di zaman ini.

1. Keturunan Yang Mulia – Nabi saw berketurunan dari Bani Hasyim. Bani Hasyim merupakan keturunan Quraisy yang paling mulia. Manakala Quraisy pula adalah kabilah ‘Arab yang paling mulia dan berketurunan bersih. Mereka juga memiliki kedudukan yang paling tinggi di kalangan bangsa Arab.

Diriwayatkan daripada al-Abbas r.a.,

daripada Rasulullah s.a.w., Baginda bersabda:

“Sesungguhnya Allah mencipta makhluk ini, lalu Dia menciptakan aku daripada sebaik-baik makhluk dan daripada sebaik-baik kelompok mereka (manusia). Dia juga menjadikan aku daripada sebaik-baik kumpulan di antara dua kumpulan (Arab dan bukan Arab). Kemudian Dia meneliti pemilihan kabilah-kabilah secara rapi, maka Dia menciptakan aku daripada sebaik-baik kabilah (Quraisy). Kemudian Dia meneliti pemilihan keluargakeluarga secara rapi, maka Dia menciptakan aku daripada sebaik-baik keluarga (Bani Hasyim). Sementara aku adalah sebaik-baik jiwa (sehingga dipilih menjadi rasul dan penutup segala nabi) dan sebaik-baik keluarga di kalangan mereka. (asal-usul keturunan ibu bapa dan nenek moyang Baginda tiada yang lahir daripada perzinaan, bahkan melalui pernikahan yang sah)”.

(Riwayat at-Tirmizi dengan sanad yang sahih).

Oleh kerana keturunan Baginda s.a.w. adalah mulia di kalangan Quraisy, kita tidak temui

isu keturunan menjadi bahan celaan mereka terhadap Nabi s.a.w.. Ini disebabkan kemuliaan

keturunan Baginda cukup jelas kepada mereka. Quraisy telah mencela Baginda dengan banyak isu yang direka-reka tetapi bukan dalam isu keturunan.

(PENGAJARAN – Sekiranya pendakwah kepada Allah atau pengislah berada di kedudukan yang mulia di kalangan masyarakat, orang ramai akan lebih tertarik untuk mendengar seruannya. Menjadi kebiasaan, masyarakat akan memperlekehkan para pengislah dan pendakwah sekiranya mereka berasal daripada latar belakang yang tidak dikenali atau keturunan yang hina.)

2. Baginda membesar sebagai anak yatim. Bapa Baginda, Abdullah telah meninggal dunia ketika ibu Baginda baru mengandungkan Baginda dua bulan. Apabila Baginda berusia 6 tahun, ibu Baginda, Aminah pula meninggal dunia. Oleh itu, semasa kecil Baginda s.a.w. telah merasai pahit maung tidak mendapat belaian kasih sayang ibu bapa. Selepas itu, Baginda telah dipelihara oleh datuk Baginda, Abdul Muttolib. Ketika berumur 8 tahun, datuk Baginda pula meninggal dunia. Dengan itu Baginda selanjutnya dipelihara oleh bapa saudara Baginda, Abu Tolib sehingga Baginda besar dan dewasa. Keyatiman Baginda ini telah disebut oleh al-Quran al-Karim dengan firman Allah Taala:

Bukankah Dia mendapati engkau yatim piatu, lain Dia memberikan perlindungan? (Ad-Dhuha: 6)

(PENGAJARAN : Ketabahan pendakwah menanggung keperitan sebagai anak yatim atau kesusahan hidup semasa kecil, menjadikan beliau lebih sensitif dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mulia. Dia menjadi lebih belas simpati kepada anak yatira, orang miskin dan mereka yang diseksa. la juga menjadikan beliau berusaha untuk berlaku adil, melakukan kebajikan dan mengasihi golongan ini. Setiap pendakwah perlu kepada aset peri kemanusiaan yang mulia untuk membolehkan beliau merasai kesengsaraan orangyang lemah dan susah. Tiada yang boleh membekalkan perasaan kemanusiaan ini kepadanya kecuali beliau sendiri mengalami kesulitan yang dirasai oleh golongan yang lemah seperti anak-anak yatim, para fakir dan miskin.)

3. Rasulullah s.a.w. menghabiskan empat tahun pertama zaman kanak-kanak di padang pasir, di perkampungan Bani Saad. Oleh itu, Baginda membesar dengan tubuh yang kuat, jasmani yang sejahtera, lidah yang fasih, jiwa yang berani dan mampu menunggang kuda dengan baik sekalipun masih kecil usianya. Bakat-bakat Baginda terasah dalam kemurnian dan keheningan padang pasir, dibawah kilauan pancaran matahari dan udara yang bersih.

4. Keunggulan Baginda telah diketahui sejak kecil lagi. Tampak pada roman mukanya tanda-tanda kecerdikan yang menimbulkan rasa sayang kepada sesiapa yang melihat Baginda. Apabila Rasul s.a.w. datang ke majlis datuknya semasa zaman kanak-kanak, Baginda duduk di atas tilam datuknya. Sedangkan jika datuknya duduk di atas tilam itu, tiada seorangpun anak-anaknya (bapa saudara Rasul) akan duduk di atasnya. Oleh itu, bapa-bapa saudara Baginda cuba menariknya daripada tilam tersebut. Lantas Abdul Muttolib berkata: Biarkan cucuku ini. Demi Allah dia memiliki keistimewaan.

5. Pada awal remaja, Baginda s.a.w. mengembala kambing untuk penduduk Makkah dengan bayaran upah beberapa qirat (1/24 dinar). Telah sabit daripada Baginda s.a.w., bahawa Baginda bersabda:

اَنأَو :َل اَق هللا َلوُسَر اَي َتَنأَو :اُولاَق َمَنَغلا ىَعَرْدَق الِإ ٍّيِبَن ْنِماَم

Semua nabi pernah mengembala kambing. Mereka bertanya: Kamu juga wahai Rasulullah? Baginda menjawab: Aku juga begitu.

Dalam riwayat lain, Baginda bersabda:

اَم ِبَن ُهللا َثَعَب َطي ِرا َرَق َىلَع

لْه أل اَهُتْيَعَر اَنَأَو :َباَج َأَف؟ًتَّكَم : ُهُباَحْصَا ُهَل َلاَقَفِهللا َلوُسَر اَي َتْنَاَو َمَنَغلا ىَعَر الِإ اي

Semua Nabi yang diutuskan Allah pernah mengembala kambing. Maka sahabat Baginda bertanya kepadanya: Kamu juga wahai Rasulullah? Lantas Baginda tnenjawab: Aku juga begitu. Aku pernah mengembala kambing untuk penduduk Makkah dengan upah beberapa qirat.

Kemudian, apabila umur Baginda mencapai 25 tahun, Baginda berniaga untuk Khadijah binti Khuwailid. Baginda berniaga bermodalkan harta Khadijah dengan mendapat bayaran upah.

(PENGAJARAN : Dalam urusan sara hidup, seseorang pendakwah perlu bergantung kepada usaha peribadinya dan sumber pencarian yang mulia. Dia tidak mengemis, merendah harga diri atau hina. Pendakwah yang benar dan mulia tidak rela hidup dengan hasil sedekah dan pemberian orang).

6. Baginda s.a.w. tidak menyertai rakan-rakan sebayanya di kalangan remaja Makkah dalam bersukaria dan berfoya-foya. Allah telah memelihara Baginda daripada terlibat dalam gejala tersebut. Kitab-kitab sirah menceritakan dengan panjang lebar, semasa usia remajanya, Baginda terdengar suara nyanyian daripada salah sebuah rumah di Makkah sempena majlis perkahwinan. Baginda teringin menyaksikannya. Tetapi Allah menjadikan Baginda tertidur. Baginda hanya terjaga setelah matahari panas terik. Baginda juga tidak terlibat bersama kaumnya menyembah berhala, makan sembelihan untuk berhala, minum arak dan bermain judi. Baginda juga tidak pernah bercakap celupar dan berkata kesat.

(PENGAJARAN : Kehidupan pendakwah yang lurus semasa remaja dan perjalanan hidup yang baik lebih menjamin kejayaan beliau dalam dakwah kepada Allah, pengislahan akhlak dan memerangi mungkar. Ini kerana, dia tidak akan berhadapan dengan orang yang mencemuh keperibadiannya ketika dia masih belum berkecimpung dalam dakwah. Ramai yang kita temui melakukan dakwah islah, khususnya pengislahan akhlak; faktor terbesar orang ramai menolak mereka ialah komen terhadap latar belakang hidup mereka yang tercemar dan akhlak mereka yang menyeleweng).

Marilah kita berusaha memiliki keperibadian dan akhlak yang baik sebagaimana RasuluLlah saw. Semoga ALlah sentiasa memberi kekuatan dan pertolongan untuk terus memperbaiki akhlak dan keperibadian kita.

Cerita Teladan

Seruling Sakti

Pada zaman dahulu terdapat sebuah pekan kecil yang sangat cantik terletak di kaki bukit. Pekan tersebut di kenali Hamelyn. Penduduk di pekan tersebut hidup dengan aman damai, tetapi sikap mereka tidak perihatin terhadap kebersihan. Pekan tersebut penuh dengan sampah sarap. Mereka membuang sampah di merata-rata menyebabkan pekan tersebut menjadi tempat pembiakan tikus. Semakin hari semakin banyak tikus membiak menyebabkan pekan tersebut dipebuhi oleh tikus-tikus.

Tikus-tikus berkeliaran dengan banyaknya dipekan tersebut. Setiap rumah tikus-tikus bergerak bebas tanpa perasaan takut kepada manusia. Penduduk di pekan ini cuba membela kucing untuk menghalau tikus dan ada diantara mereka memasang perangkap tetapi tidak berkesan kerana tikus terlampau banyak. Mereka sungguh susah hati dan mati akal bagaimana untuk menghapuskan tikus-tikus tersebut.

Musibah yang menimpa pekan tersebut telah tersebar luas ke pekan-pekan lain sehinggalah pada suatu hari seorang pemuda yang tidak dikenali datang ke pekan tersebut dan menawarkan khidmatnya untuk menghalau semua tikus dengan syarat penduduk pekan tersebut membayar upah atas kadar dua keping wang mas setiap orang. Penduduk di pekan tersebut berbincang sesama mereka diatas tawaran pemuda tadi. Ada diatara mereka tidak bersetuju oleh kerana mereka tidak sanggup untuk membayar upah yang sangat mahal. Setelah berbincang dengan panjang lebar akhirnya mereka bersetuju untuk membayar upah seperti yang diminta oleh pemuda itu kerana mereka tidak mempunyai pilihan lain.

Keputusan tersebut dimaklumkan kepada pemuda tadi, lalu dia mengeluarkan seruling sakti dan meniupnya. Bunyi yang keluar dari seruling itu sangat merdu dan mengasik sesiapa yang mendengarnya. Tikus-tikus yang berada dimerata tempat didalam pekan tersebut mula keluar dan berkumpul mengelilinginya. Pemuda tadi berjalan perlahan-lahan sambil meniup seruling sakti dan menuju ke sebatang sungai yang jauh dari pekan tersebut. Apabila sampai ditepi sungai pemuda tadi terus masuk kedalamnya dan diikuti oleh semua tikus.Tikus-tikus tadi tidak dapat berenang didalam sungai dan semuanya mati lemas.

Kini pekan Hamelyn telah bebas daripada serangan tikus dan penduduk bersorak dengan gembiranya. Apabila pemuda tadi menuntut janjinya, penduduk tersebut enggan membayar upah yang telah dijanjikan kerana mereka mengangap kerja yang dibuat oleh pemuda tadi tidak sepadan dengan upah yang diminta kerana hanya dengan meniupkan seruling sahaja. Pemuda tadi sangat marah lalu dia menuipkan seruling saktinya sekali lagi. Irama yang keluar dari seruling itu sangat memikat hati kanak-kanak menyebabkan semua kanak-kanak berkumpul di sekelilingnya. Satelah semua kanak-kanak berkumpul pemuda tadi berjalan sambil meniupkan seruling dan diikuti oleh semua kanak-kanak. Pemuda itu membawa kanak-kanak tersebut keluar dari pekan Hamelyn. Setelah Ibu Bapa menyedari bahawa mereka akan kehilangan anak-anak, mereka mulai merasa cemas kerana kanak-kanak telah meninggalkan mereka dan mengikuti pemuda tadi. Mereka mengejar pemuda tadi dan merayu supaya menghentikan daripada meniup seruling dan memulangkan kembali anak-anak mereka. Merka sanggup memberi semua harta benda yamg ada asalkan pemuda tersebut mengembalikan anak-anak mereka.

Rayuan penduduk tidak diendahkan oleh pemuda tadi lalu mereka membawa kanak-kanak tersebut menuju kesuatu tempat dan apabila mereka sampai disitu muncul sebuah gua dengan tiba-tiba. Pemuda tadi mesuk ke dalam gua itu dan diikuti oleh kanak-kanak. Setelah semuanya masuk tiba-tiba gua tersebut gaib dan hilang daripada pandangan penduduk pekan tersebut. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa oleh kerana mereka telah memungkiri janji yang mereka buat. Merka menyesal diatas perbuatan mereka tetapi sudah terlambat. Sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tidak berguna.

Sehingga hari ini penduduk pekan Hamelyn tidak melupakan kesilapan yang dilalukan oleh nenek moyang mereka. Menepati janji adalah pegangan yang kuat diamalkan oleh penduduk pekan Hamelyn sehingga hari ini.

JANJI adalah kita perkara kita lakukan tapi ia belum berlaku dan kita pasti melakukannya untuk seseorang bertujuan menunaikan apa yang di harapkan oleh seseorang itu.. Jika kita tak pasti kenapa harus berjanji..?

Isnin, 22 April 2013

Mari Belajar Istikharah- Insya-Allah

Sebenarnya, istikharah ini bukanlah tertentu dalam bab memilih jodoh semata-mata. Di dalam hadith Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari , ia disebut secara umum ; iaitu mana-mana orang yang diberatkan akan beberapa pilihan , maka hendaklah dia solat dua rakaat iaitu solat sunat Istikharah, dan kemudian membaca doa ini :

Meskipun pelbagai artikel dan tulisan tentang solat Istikharah serta persoalan-persoalan berkaitannya bertebaran di sana sini, namun soal jawab tentangnya tetap berterusan. Kali ini cuba kita lihat secara ringkas perihal solat sunat Istikharah itu sendiri.

Pertama : Kenapa Perlu

Jawabnya, kerana sebagai manusia, kita tidak lepas daripada berdoa. Meminta kepada Allah yang Maha Tahu adalah jalan terbaik bagi kita selaku manusia yang tidak tahu. Pengetahuan kita sangat terbatas, sedangkan pengetahuan Allah Maha Luas. Dia Tahu tentang apa yang sebelum kita, serta apa yang bakal berlaku selepas kita. Termasuklah dalam hal ehwal jodoh serta pasangan kita nanti. Justeru, kita yang tidak tahu ini perlulah meminta pertolongan Allah untuk menunjukkan kepada kita mana yang terbaik, supaya dengan keputusan yang kita buat itu kita tidak akan menyesal di kemudian hari.

Kedua : Kaitan dengan HATI

Kita kena faham, bahawa Istikharah itu sangat berkait rapat dengan hati. Kalau hati kotor, mana mungkin akan mendapat petunjuk yang baik. Kalau hati bersih, InsyaAllah ilhamnya nanti juga baik. Ada orang, bersungguh-sungguh solatIstikharah,tetapimaksiattetap tak tinggal, solat wajib tunggang langgang, maka bagaimana hendak mengharap kepada petunjuk yang baik dan molek ? Justeru, satu proses yang paling penting dalam bab Istikharah ini adalah membersihkan hati terlebih dahulu. Jika anda sudah benar-benar melaksanakan proses ini, maka barulah anda boleh mengharap datangnya petunjuk yang benar kepada hati anda. Jika tidak, berkemungkinan petunjuk itu hanyalah bayangan daripada Syaitan.

Ketiga : Perkara yang boleh Istikharah

Perkara yang boleh kita Istikharah hanyalah dalam perkara yang harus di sisi Syarak sahaja. Tidak ada istilah Istikharah untuk hal yang telah jelas akan wajib atau haramnya. Umpamanya, nak bayar zakat atau tidak, tidak perlu Istikharah kerana telah jelas wajibnya. Begitu juga dengan bercouple, tidak payah Istikharah kerana telah jelasharamnya. Tetapidalam hal yang harus, umpamanya untuk memilih antara dua pekerjaan yang sama-sama halal, maka Istikharahlah memohon petunjuk dari Allah.

Keempat : Istikharah 50-50

Benda yang telah kita yakin sebenarnya tidak lagi berhajat kepada Istikharah. Ada orang, berdepan dengan dua pilihan iaitu Nora dan Siti. Tetapi dalam hatinya, dia memang telah sukakan Siti dan dia tidak sukakan Nora. Dalam keadaan ini, kalau dia Istikharah sekalipun –dalam keadaan hatinya sudah meletakkan jawapan – Istikharah itu tiada maknanya. Istikharah hanya dalam perkara yang kita benar-benar buntu untuk memilih, antara A dan B keduanya sama berat. Dalam masa yang sama, kita tidak kisah pun kalau mendapat A ataupun B kerana keduanya tidak memberi mudharat kepada hidup kita. Jadi, Istikharah dalam hal itu adalah digalakkan.

Kelima : Satu pilihan, Dua pilihan atau Tiga pilihan

Ini menjawab persoalan seorang sahabat pengunjung blog saya. Sebenarnya, tidak kisahlah berapa pilihan sekalipun yang ada di hadapan kita, apa yang kita ingin minta adalah pilihan yang terbaik daripada kesemua yang ada.Kata kuncinya di sini adalah PILIHAN. Jika wujud elemen pilihan, wujudlah Isikharah. Jika tidak, bagaimana untuk wujud Istikharah? Mungkin kita perlu memilih antara A, B atau C. Mungkin juga kita perlu memilih antara menerima A atau menolak. Mungkin juga perlu memilih antara membuka ruang untuk lamaran A atau menutup pintu hati untuk kesemua urusan tersebut. Yang penting, kita benar-benar berada dalam persimpangan untuk membuat pilihan antara semua yang ada.

Keenam : Istisyarah atau Mesyuarat

Manusia dianugerahkan akal untuk membuat pertimbangan. Justeru ia perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berfikir, menganalisa dan mencari jalan. Islam menganjurkan bermesyuarat atau meminta pendapat orang berpengalaman – sebagai kembar kepada proses Istikharah itu sendiri. Maknanya, kita tidak boleh seratus peratus bergantung kepada proses Istikharah semata-mata- hinggakan ada yang menunggu-nunggu mimpi dan sebagainya–sebaliknya, dengan bermesyuarat pun kita akan mendapat kekuatan untuk membuat keputusan. Timbanglah dengan akal yang matang akan kesemua pilihan yang ada di depan mata, dan belajarlah untuk menjadi berani membuat keputusan. Itu kan sunnatullah dalam kehidupan.

Ketujuh : Mimpi

Dalam banyak keadaan, ini boleh dikatakan mitos. Dari mulut ke mulut, petunjuk tentang mimpi adalah benda wajib yang akan dikembarkan dengan saranan Istikharah. Sedangkan kita tahu, mimpi juga boleh berlaku ke atas seseorang yang sedang angau. Maka jika si angau ini bermimpi , adakah boleh dengan senangnya dia menganggap mimpi itu petunjuk Istikharah? Tentunya tidak semudah itu. Bagaimana pula jika Istikharah dan bermimpi calon A lalu mahu membuat keputusan, tiba-tiba esoknya termimpi pula calon B? Atau, bagaimana jika dalam satu masa yang sama bermimpi calon A dan B serentak? Maka sebaiknya, jangan gantungkan Istikharah anda itu dengan sebarang mimpi!

Begitu juga, Istikharah tidak memerlukan sehingga anda dan calon anda bermimpi perkara yang serupa, barulah dianggap Istikharah anda itu berjaya. Tidak sama sekali.

Kelapan : Petunjuk yang bagaimana?

Seorang guru saya di Pondok pernah berpesan kepada saya tentang Istikharah. Katanya, ketika fikiran dan hati kita terbeban mahu memilih antaraA dan B ( atau lain-lain ) makahendaklah kita melazimi solat Istikharah. Dalam masa yang sama kita jangan tinggalkan Istisyarah. Antara petanda yang mungkin hadir adalah, ketika kita bangun daripada tidur dan teringatkan tentang perkara yang membebani kita itu ( membuat pilihan ) maka salah satu pilihan tersebut menjadi tenang di hati kita berbanding pilihan yang lagi satu. Ini salah satu petunjuk bahawa pilihan itu adalah yang terbaik untuk kita ikut. Mudahnya, petunjuk itu datang ke dalam hati kita sendiri. Kita sendiri akan merasai perkara tersebut jika kita benar-benar konsisten dengan Istikharah dan Istisyarah. Ia seterusnya akan mencetus keyakinan kepada kita dalam membuat langkah seterusnya tanpa ada lagi perasaan ragu-ragu.

Firman Allah ta’ala : ” Dan apabila kamu telah berazam untuk melakukan sesuatu, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah suka orang-orang yang bertawakkal “

Kesembilan : Was-was itu daripada Syaitan

Dalam Fiqh, kalau kita yakin kita masih ada wudhuk dan mahu solat, tetapi tiba-tiba ada semacam bisikan bahawa wudhuk kita sudah batal, makabisikan tersebut tidak dikira membatalkan keyakinan kita. Kaedah menyebut : Yakin tidak akan gugur kerana Syak. Begitu juga dalam bab Istikharah. Jika sudah yakin dengan pilihan yang kita buat – berdasarkan doa Istikharah kita kepada Allah serta pertimbangan-pertimbangan yang kita buat dengan Istisyarah – maka jangan dilayan lagi bisikan-bisikan umpamanya mungkin akan menyesal, atau nanti begitu atau begini, kerana kesemua itu sebenarnya adalah helah daripada Syaitan. Seorang ulama’ menyebut : Tidak akan menyesal orang yang melakukan solat Istikharah.

Kesimpulan

Optimislah dengan keputusan sendiri. Belajarlah membuat keputusan dengan yakin. Jangan harapkan anasir lain membuat keputusan untuk anda. Istikharah tidak harus sama sekali diletakkan di tahap itu, kerana ia adalah hubungan antara hamba dengan Tuhannya. Tetapi meletakkan anasir lain untuk membuat keputusan, umpamanya mengharapkan mimpi tertentu, melihat kepada objek-objek tertentu ataupun nombor-nombor tertentu, kesemua ini akan menjadikan anda seorang manusia yang tiada fungsi. Ia jauh sekali daripada ajaran Islam, apatah lagi hendak dikaitkan dengan solatsunat Istikharah.

Sekian

Ahad, 21 April 2013

Suka2 Je.. Jangan Fikir Syirik

[TARIKH LAHIR ANDA]

Kalau anda dilahirkan pada

1Hb, 10Hb, 19Hb, 28Hb
dalam mana-mana bulan,
anda adalah  #no.1

Kalau anda dilahirkan pada-
2Hb, 11Hb, 20Hb, 29Hb
dalam mana-mana bulan,
anda adalah no.2

Kalau anda dilahirkan pada
3Hb, 12Hb, 21Hb, 30Hb
dalam mana-mana bulan,
anda adalah no.3

Kalau anda dilahirkan pada 4Hb, 13Hb, 22Hb, 31Hb dalam mana-mana bulan, anda adalah no.4

Kalau anda dilahirkan pada 5Hb, 14Hb, 23Hb dalam mana-mana bulan, anda adalah no.5

Kalau anda dilahirkan pada 6Hb, 15Hb, 24Hb dalam mana-mana bulan, anda adalah no.6

Kalau anda dilahirkan pada 7Hb, 16Hb, 25Hb dalam mana-mana bulan, anda adalah no.7

Kalau anda dilahirkan pada 8Hb, 17Hb, 26Hb dalam mana-mana bulan, anda adalah no.8

Kalau anda dilahirkan pada 9Hb, 18Hb, 27Hb dalam mana-mana bulan, anda adalah no.9

-----------------------------------------
no.1 —-Anda sangat cerdik, jujur, lucu, degil, rajin, terus-terang, cemburu dalam asas pertandingan, baik hati, peramah dan autoriti. Anda ingin mendahului dalam apa jua keadaan. Anda seorang yang berdikari, berkeyakinan dan tidak pernah berada di bawah pimpinan orang lain. Anda akan bercinta dalam usia yang muda tapi akan berkahwin pada usia yang matang. Anda tidak suka akan orang yang bertentangan pendapat dengan anda. Malah anda juga menyimpan dendam dengan orang yang bersalah dengan anda. Anda seorang yang kuat belanja. Pada masa hadapan anda adalah professional dalam kerjaya yang anda ceburi. Namun terdapat juga orang yang kecil hati dengan pencapaian anda. Anda mempunyai keluarga yang bahagia. Pasangan ideal anda adalah no.4, 6, 8.


no.2 —-Tak kira apa pun, anda akan disukai oleh semua orang kerana anda berperanankan Bulan dan semua orang suka akan bulan. Em…bagus! Anda suka bermimpi siang. Anda kurang berkeyakinan terhadap diri sendiri. Jadi and perlu membuat perubahan ke atas hidup anda. Anda adalah seorang yang sukar diramal kerana anda membuat perubahan berdasarkan masa dan keadaan. Anda juga seorang yang mementingkan diri sendiri tetapi and mempunyai bakat dalam muzikal, seni dan komunikasi lisan. Sikap anda seperti bulan yang datang keredupan dan pudar jadi semua orang boleh mengetahui perubahan anda. Anda boleh menjadi Mahatma Gandhi yang kedua kerana cinta akan keamanan. Anda juga seorang yang bertanggungjawab dalam keluarga. Pasangan ideal anda adalah no.2, 5, 9.

no.3 —-Anda adalah seorang yang berhati keras, pentingkan diri sendiri, kuat agama dan suka untuk mempertingkatkan kehidupan sendiri. Anda mempunyai masalah keluarga dan anda dapat mengharungi dengan kesabaran anda. Anda sangat pandai bercakap, wajah yang cantik, jadi ke mana saja anda pergi anda akan dapat apa yang anda inginkan. Daripada hari lahir anda, anda perlu berkerja keras untuk berjaya. Anda juga seorang yang menghormati orang yang lebih tua daripada anda. Bukannya senang nak menjalinkan hubungan sama ada percintaan, kekeluargaan atau persahabatan. Sekiranya anda suka akan sikap seseorang itu, maka hubungan itu akan berpanjangan. Anda suka akan kebebasan, pencipta di mana ada anda akan membawa harapan, kegembiraan dan keceriaan ke dunia ini. Pasangan ideal anda adalah no.6, 9.

no.4 —-Anda adalah seorang yang amat degil dan rajin. Mungkin anda akan menjauhkan orang lain daripada anda kerana kata-kata anda. Anda seorang yang bertimbang rasa akan masalah orang lain. Anda berbakat dalam penyelidikan dan seni. Anda akan membantu ahli keluarga atau kawan-kawan yang menghadapi masalah tanpa berfikir panjang. Anda kena berhati-hati dengan orang sekeliling anda kerana mereka mungkin akan mempergunakan anda. Kawan-kawan anda akan menghabiskan masa dan wang ringgit anda dan selepas itu menjauhi daripada anda apabila anda dah tak ada nilai buat mereka lagi. Walau bagaimanapun anda tetap seorang yang sabar dan tegas. Pasangan ideal anda adalah no.1, 8.

no.5 —-Anda sangat popular dalam komuniti. Anda boleh menyelesaikan sesuatu perkara hanya secara lisan. Anda mempunyai akal fikiran dalam menjalani perniagaan. Namun anda terlalu terburu-buru. Anda adalah seorang yang humor di kalangan kawan-kawan dan ahli keluarga. Kawan-kawan dan ahli keluarga anda juga akan minta bantuan anda apabila mereka memerlukan bantuan. Anda bukan seorang yang setia dalam hubungan percintaan. Anda suka perubahan dan kebebasan. Anda mempunyai ciri-ciri seorang pengembara dan ahli silap mata. Anda mempelajari hidup melalui pengalaman. Pasangan ideal anda adalah no.1 , 2, 9.

no.6 —-Anda dilahirkan untuk menikmati hidup ini. Anda tidak pedulikan apa-apa perkara dan hanya ingin berseronok dalam hidup anda saja. Anda sangat pandai dalam pelajaran dan pengurusan perniagaan. Anda seorang genius, baik hati (tapi hanya orang yang beranggapan anda orang baik), mempunyai paras rupa yang cantik atau kacak. Semua benda yang baik akan datang pada anda. Anda mengambil berat ke atas ahli keluarga dan kawan-kawan anda. Pada pandangan mereka, anda adalah seorang yang murah hati, peramah, adil saksama dan mempunyai penilaian yang tajam. Pasangan ideal anda adalah no.1, 3, 9.

no.7 —-Anda mempunyai daya tarikan kepada sesiapa saja. Anda adalah seorang yang realistik, yakin, gembira dan merupakan seorang yang genius dalam bidang pendidikan, muzik, seni dan nyanyian. Anda mempunyai masalah sikap iaitu panas baran. Namun demikian, anda banyak melakukan pengorbanan untuk keluarga. Anda meletakkan keluarga di tempat yang amat tinggi sekali sehingga kadang-kadang mengabaikan kebahagian diri sendiri. Anda telah dilahirkan untuk memberi sumbangan kepada dunia ini. Jadi anda seorang yang bagus dan seorang yang amat gembira. Pasangan ideal anda adalah no.2.


no.8 —-Anda mempunyai personaliti yang sangat kuat jadi tak ada orang yang memahami anda. Kepakaran anda hanyalah menuding jari pada sesuatu benda. Anda juga mengalami pelbagai dugaan dalam hidup. Semua masalah ini telah menjadikan anda lebih kuat dan tabah. Anda memperjuangkan keadilan. Kebanyakan masa anda telah dihabiskan bersama-sama dengan kawan-kawan. Anda seorang yang disiplin dalam hidup, tidak putus asa dan berani. Faktor-faktor ini telah membawa anda ke puncak kejayaan. Anda juga adalah seorang ahli pasukan, keluarga dan pejuang yang sangat bagus. Pasangan ideal anda adalah no.1, 4.

no.9 —-Anda adalah seorang yang sangat tabah dari segi fizikal dan juga mental. Anda mempunyai penilaian yang sangat tajam. Anda juga adalah seorang yang sangat dihormati dalam komuniti. Anda adalah orang yang boleh menerima cabaran dan berjaya dalam apa jua yang anda buat. Pada usia yang muda anda selalu bertentangan dengan ibu bapa anda. Tapi apabila usia anda telah semakin meningkat anda adalah seorang anak yang taat dan hormati mereka. Anda sesuai menceburi bigan kejuruteraan atau perbankan kerana orang lain percaya dan yakin akan anda. Anda merupakan model teladan kepada orang lain. Pasangan ideal anda adalah no. 3, 5, 6.

Sabtu, 13 April 2013

Kata b0mba, cinta tak boleh
d padam..

Kata p0lis,
cinta itu sukar d tangkap.

Kta tentera, cinta itu tak boleh d tembak..

Kta ustaz, cinta itu anugerah..

Kta d0kt0r, cinta xdpt t0k d ubati..

Kta guru, cinta xble t0k d pelajari..

Kta hakim, cinta tk boleh d hukum.
Kata pelukis, cinta itu indah..

Kata ulama, cinta allah kekal abadi.

Surah Yassin Dalam Rumi..

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha pemurah lagi Maha penyayang.

1. YAA SIIN.

ALLAH s.w.t lebih mengetahui tentangnya.

2. WAL QUR-AA-NIL HAKIIM.

Demi AL-QURAN yang penuh hikmah.

3. INNAKA LAMINAL MURSALIIN.

Sesungguhnya kamu (MUHAMMAD) salah seorang dari rasul-rasul.

4. ‘ALAA SIRAATIM MUSTAQIIM.

(yang berada) di atas jalan yang lurus.

5. TANZIILAL-‘AZIIZIIR RAHIIM.

(AL-QURAN itu) di turunkan oleh (ALLAH s.w.t) yang maha perkasa lagi maha penyayang.

6. LITUNNZIRA QAUMAM MAA UNNZIRA AABAA UHUM FAHUM GHAAFILUUN.

Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang peringatan itu belum di berikan kepada datuk nenek mereka, maka kerana itu mereka menjadi lalai.

7. LAQAD HAQQAL QAULU ‘ALAAA AKTSARIHIM FAHUM LAA YU’’ MINUUN.

Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan ALLAH s.w.t) terhadap kebanyakkan mereka, kerana mereka tidak beriman.

8. INNAA JA-‘ALNAA FII ‘A-NAA QIHIM AGH-LAALAN FAHI YA ILAL AZQAANI FAHUM-MUQMAHUUN.

Sesungguhnya kami telah memasang pada leher mereka belenggu, lalu tangan mereka (diangkat) kepada dagu, maka kerana itu mereka terngadah (terdongak)

9. WAJA’ALNAA MIM-BAINI AIDIIHIIM SADDAU WAMIN KHALFIHIM SADDAN FA-AGH SYAINAAHUM FAHUM LAA YUBSIRUUN.

Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat (kebenaran)

10. WASAWAA UN ‘ALAIHIM A-ANN ZARTAHUM AM LAM TUNN-ZIRHUM LAA YU’’ MINUUN.

Dan sama sahaja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan atau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

11. INNAMAA TUNN-ZIRU MANIT TABA-‘AZZIKRA WA KHASYI-YAR RAHMAANA BILGHAIBI FABASY-SYIRHU-BIMAGH FIRATIW WA AJ-RINN KARIIM.

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mahu mengikuti peringatan dan yang takut kepada tuhan yang maha pemurah walaupun dia tidak melihat-NYA.Maka berilah mereka khabar gembira dengan keampunan dan pahala yang mulia.

12. INNAA NAHNU NUHYIL MAUTAA WANAKTUBU MAA QADDAMUU WA-AA-TSAARAHUM WAKULLA SYAIN-IN AHSAINAA HU FII IMAAMIMM MUBIIN.

Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan kami menuliskan apa yang telah (mereka) kerjakan dan kesan-kesan yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (iaitu Luh Mahfuzh)

13. WADH-RIB LAHUM MA-TSALAN ASHAABAL QARYATI IZJAAA A-HAL MURSALUUN.

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, iaitu penduduk suatu negeri ketika datang kepada mereka para utusan.

14. IZ-ARSALNAA ILAIHI-MUTS NAINI FAKAZ-ZABUU HUMAA FA ‘AZ-ZAZ NAA BITSAA-LI-TSINN FAQAA LUUU INNAAA ILAIKUM MURSALUUN.

(iaitu) ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan.Lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka (ketiga-tiga utusan itu) berkata : “sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”.

15. QAALUU MAA-ANTUM ILLAA BASYARUM MITSLUNAA WAMAA ANNZALAR RAHMAANU MINN SYAI-IN IN ANN-TUM ILLAA TAKZIBUUN.

Mereka (penduduk negeri itu) menjawab: “kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan tidaklah ALLAH yang maha pemurah menurunkan sesuatu pun, sesungguhnya kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.”

16. QAALUU RABBUNAA YA’ LAMU INNAAA ILAIKUM LAMURSALUUN.

Mereka (utusan itu) berkata: “Tuhan kami mengetahui bahawa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”

17. WAMAA ‘ALAINAAA ILLAL BALAA-GHUL MUBIIN.

Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah ALLAH s.w.t) dengan jelas.”

18. QAA LUUU IN-NAA TATAY-YARNAA BIKUM LA-IL-LAM TANN-TAHUU LANAR JUMANNAKUM WALAYAMAS-SANNAKUM MINNAA ‘AZAABUN ALIIM.

Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang kerana kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), nescaya kami akan merejam kamu dan kamu pasti akan mendapat seksa yang pedih dari kami.”

19. QAALUU TAAA IRUKUM MA ‘AKUM A-IN ZUKKIRTUM BAL ANN-TUM QAUMUM MUSRIFUUN.

Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu itu adalah kerana kamu sendiri.Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”

20. WAJAAA A-MIN AQSAL MADIINATI RAJULUY YAS ‘’AA QAALA YAA QAUMIT TABI-‘UL MURSALIIN.

Dan datanglah dari hujung kota seorang lelaki, dengan bergegas-gegas dia berkata: “Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu.

21. IT TABI ‘UU MAL-LAA YAS-ALUKUM AJRAU WAHUM MUHTADUUN.

Ikutilah oleh kamu orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

22. WAMAALIYA LAA A’-BUDUL LAZII FATARANII WA ILAIHI TURJA-‘UUN.

Mengapa aku tidak menyembah (tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-NYA kamu (semua) akan dikembalikan?

23. A-AT-TAKHIZU MIN DUUNIHII AA-LIHATAN IY YURIDNIR RAHMAANU BIDHUR-RIL LAA TUGHNI ‘ANNII SYAFAA ‘A-TUHUM SYAI AU WALAA YUNG QIZUUN.

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-NYA, jika (ALLAH s.w.t) yang maha pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, nescaya tidak memberi manfaat syafaat mereka sedikit pun bagi diriku dan tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

24. INN-NII IZAL LAFII DHALAA LIMM MUBIN.

Sesungguhnya aku (jika demikian) pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

25. INN-NII AA-MANNTU BIRABBIKUM FASMA ‘UUN.

Sesungguhnya aku telah beriman kepada tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.”

26. QIILAD KHULIL JAN-NATA QAALA YAA LAITA QAUMII YA’LAMUUN.

Dikatakan (kepadanya): “Masuklah kamu kedalam syurga.” Dia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui.

27. BIMAA GHAFARALII RABBII WAJA ‘A-LANII MINAL MUKRAMIIN.

Apa yang menyebabkan keampunan bagiku oleh Tuhanku dan menjadikan aku termasuk di kalangan orang-orang yang di muliakan.

28. WAMAAA ANN ZALNAA ‘ALAA QAUMIHII MIMBA’ DIHII MINN JUNDIMM MINAS-SAMAA-I WAMAA KUN-NAA MUNNZILIIN.

Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan (tentera) pun di langit dan tidak layak bagi kami menurunkannya.

29. INN KAANAT ILLAA SAIHATAU WAAHIDATANN FA-IZAAHUM KHAA-MIDUUN.

Tidak ada (seksaan) ke atas mereka selain daripada teriakan yang sekali sahaja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

30. YAA HASRATAN ‘ALAL ‘IBAADI MAAYA’’ TIIHIM MIR-RASUULIN IL-LAA KAANU BIHII YASTAH-ZI UUN.

Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba (yang mendustakan rasul) itu, tiada datang kepada mereka seorang rasul pun melainkan mereka selalu memperolok-olokannya.

31. ALAM YARAU KAM AHLAKNAA QABLAHUM MINALQURUUNI AN-NA-HUM ILAIHIM LAA YARJI ‘UUN.

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak yang telah kami binasakan mereka, (iaitu) umat-umat sebelum mereka, bahawasanya orang-orang (yang telah kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

32. WA-INN KUL-LUL-LAMM-MAA JAMII ‘UL LADAINAA MUH-DHARUUN.

Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan, kepada kami (mereka) dihadirkan.

33. WA AA-YATUL LAHUMUL AR-DHUL MAI-TATU AHYAI-NAAHAA WA-AKH-RAJNAA MINHAA HABBANN FAMINHU YA” KULUUN.

Dan suatu tanda (kekuasaan ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati.Kami hidupkan (bumi itu) dan kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

34. WAJA-‘ALNAA FIIHAA JAN-NAATIM MIN-NAKHII LIW-WA A’-NAABIW WAFAJ-JARNAA FIIHAAA MINAL ‘U-YUUN.

Dan kami jadikan padanya kebun-kebun (terdiri) daripada kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air.

35. LIYA” KULUU MIN TSAMARIHII WAMAA ‘AMILAT-HU AIDIIHIIM AFALAA YASY-KURUUN.

Supaya mereka dapat makan buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

36. SUBHAANAL LAZII KHALAQAL AZ-WAAJA KULLAHAA MIMMAA TUMM-BITUL AR-DHU WAMIN AMFUSIHIM WA MIM-MAA LAA YA’-LAMUUN.

Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka mahupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

37. WA AA-YATUL LAHUMUL LAYLU NASLA-KHU MIN HUN NAHAARA FA-IZAA HUM MUZH LIMUUN.

Dan suatu tanda (kekuasaan ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah malam. Kami tanggalkan daripada (malam itu) siang, maka dengan serta-merta mereka berada dalam kegelapan.

38. WASY SYAMSU TAJRII LIMUS TAQARRIL LAHAA ZAALIKA TAQDIIRUL ‘AZII-ZIL ‘ALIIM.

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang maha perkasa lagi maha mengetahui.

39. WAL QAMARA QAD DARNAAHU MANAA-ZILA HATTAA ‘AA-DAKAL ‘URJUUNIL QADIIM.

Dan telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah ia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah ia sebagai bentuk tandan yang kuat.

40. LASY-SYAMSU YAMM-BAGHII LAHAA AN TUDRIKAL QAMARA WALAL-LAY-LU SAABIQUN NAHAARI WAKUL-LUUN FII FALAKIY YASHBAHUUN.

Tidaklah mungkin bagi matahari itu mudah mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

41. WA AA-YATUL LAHUM AN-NAA HAMALNAA ZUR-RIY-YATAHUM FIL FULKIL MASY-HUUN.

Dan suatu tanda (kebesaran ALLAH s.w.t yang besar) bagi mereka adalah bahawa kami angkat keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.

42. WA KHALAQ NAA LAHUM MIMM-MITS LIHII MAA YARKABUUN.

Dan kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kenderai seperti bahtera itu.

43. WA INN-NASYA” NUGH-RIQ-HUM FALAA SARII-KHA LAHUM WALAAHUM YUNN-QAZUUN.

Dan jika kami menghendaki, nescaya kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

44. IL-LAA RAHMATAM MIN-NAA WAMATAA ‘AN I-LAA HIIN.

Melainkan (kami selamatkan mereka) kerana rahmat (yang besar) dari kami dan untuk memberi kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika (ajal)

45. WA IZAA QII-LA LAHUMUT TAQUU MAA-BAYNA AY-DIIKUM WAMAA KHAL-FAKUM LA ‘AL-LAKUM TURHAMUUN.

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “takutlah kamu (akan seksa) yang di hadapanmu (iaitu sengsara di dunia) dan seksa yang akan datang (azab akhirat) supaya kamu mendapat rahmat,” (tetapi nescaya mereka berpaling)

46. WAMAA TA” TIIHIM MIN AA-YATIM MIN AA-YAATI RABBIHIM IL-LAA KAANUU ‘ANHAA MU’-RIDHIIN.

Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda (dari tanda-tanda kekuasaan) tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

47. WA IZAA QILLA LAHUM ANN-FIQUU MIMMAA RAZAQA KUMUL-LAA HU QAALAL LAZIINA KAFARUU LIL-LAZII NA-AA MANUUU ANUT-‘IMU MALLAU YA-SYAAA-UL LAA-HU AT-‘AMAHUUU IN ANNTUM IL-LAA FII DHALAALIMM MUBIN.

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang di berikan ALLAH s.w.t kepadamu” maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman “Apakah kami akan memberi makan (orang yang) jika (ALLAH s.w.t) menghendaki tentulah ALLAH s.w.t akan memberinya makan, sesungguhnya tiadalah kamu melainkan kesesatan yang nyata.”

48. WAYAQUU-LUUNA MATAA HAAZAL WA’DU INN-KUNNTUM SAADIQIIN.

Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?”

49. MAA YANN ZHURUUNA ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN TA” KHUZUHUM WAHUM YA-KHIS-SIMUUN.

Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakkan sahaja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

50. FALAA YASTATII-‘UUNA TAW-SIYATAW WALAA ILLAAA AH-LIHIM YARJI-‘UUN.

Lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiat pun tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

51. WANUFI-KHA FIS-SUURI FA-IZAA HUM MINAL AJ-DAA-TSII-LAA RABBIHIM YANN-SILUUN.

Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar daripada kubur mereka (menuju) kepada tuhan mereka dengan segera.

52. QAALUU YAA WAYLANAA MAMM-BA-‘A-TSANAA MIM-MARQADINAA HAAZA MAA WA-‘ADAR RAHMAANU WASADAQAL MURSALUUN.

Mereka berkata : “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang di janjikan (tuhan) yang maha pemurah dan benarlah rasul-rasul (NYA)

53. INN KAANAT ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN FA-I-ZAA HUM JAMI ‘UL LADAI-NAA MUH-DHARUUN.

Sesungguhnya tidaklah (teriakkan itu) melainkan hanya sekali teriakan sahaja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan, dihadirkan kepada sisi kami.

54. FALYAW MA LAA TUZH-LAMU NAFSUN SYAI-AW WALAA TUJZAU-NA IL-LAA MAA KUNN-TUM TA’ MALUUN.

Maka pada hari itu tidaklah seseorang akan dirugikan (dizalimi) sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

55. INN-NA AS-HAABAL JAN-NATIL YAWMA FI SYU-GHULINN FAA KIHUUN.

Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu dalam (syurga) bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

56. HUM WA-AZ WAAJUHUM FII ZHILAALIN ‘ALAL A-RAAA IKI MUT-TAKI-UUN.

Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas sofa-sofa.

57. LAHUM FIIHAA FAAKIHATUW WALA HUM-MAA YADDA-‘UUN.

(Di syurga itu) mereka memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka inginkan akan di perolehi.

58. SALAAMUNN QAULAMM-MIR RAB-BIR RAHIIM.

(Kepada mereka dikatakan): “Salam” sebagai ucapan selamat daripada tuhan yang maha penyayang.

59. WAMTAAZUL YAUMA AY-YUHAL MUJRIMUUN.

Dan (dikatakan kepada orang kafir): “Berpisah kamu (dari orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.”

60. ALAM A’-AHAD I-LAYKUM YAABANII AA-DAMA AL-LAA TA’-BUDUSY-SYAITAANA IN-NAHUU LAKUM ‘A-DUW WUMM-MUBIIN.

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai bani adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya (syaitan itu) bagi kamu adalah musuh yang nyata.

61. WA A-NI’ BUDUUNII HAZAA SIRAATUM MUSTAQIIM.

Dan hendaklah kamu menyembah aku.Inilah jalan yang lurus.

62. WALAQAD A-DHALLA MINN-KUM JIBILLANN KA-TSIIRAN AFALAM TAKUU-NUU TA’QILUUN.

Dan sesungguhnya (syaitan itu) telah menyesatkan sebahagian besar di antara kamu.Maka apakah kamu tidak memikirkan?

63. HAAZIHII JAHAN-NAMUL-LATII KUNNTUM TUU ‘ADUUN.

Inilah (neraka) Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya)

64. IS-LAWHAL YAWMA BIMAA KUNNTUM TAKFURRUN.

Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

65. AL-YAW MA-NAKH-TIMU ‘A-LAAA AFWAA HIHIM WATUKALLIMUNAAA AY-DIIHIIM WATASY-HADU AR-JULUHUM BIMAA KAANUU YAKSIBUUN.

Pada hari ini kami metrikan (tutup) ke atas mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

66. WALAU NASYAAA-U LATAMASNAA ‘A-LAAA A’-YUNIHIM FAS-TABAQUS SIRAATA FA-AN-NAA YUBSIRUUN.

Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami hapuskan penglihatan atas mata mereka; lalu mereka berlumba-lumba (mencari) jalan.Maka betapakah mereka dapat melihat (NYA)

67. WALAU NASYAAA-U LAMASAKH-NAAHUM ‘ALAA MAKAANATIHIM FAMAS TATAA-‘UU MU-DHIY-YAW WALAA YARJI-‘UUN.

Dan jikalau kami menghendaki pastilah kami ubah mereka dari tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup lagi berjalan (pergi) dan tidak (pula sanggup) kembali.

68. WAMANN NU-‘AM-MIRHU NUNAK-KISHU FIL KHALQI AFALAA YA’-QILUUN.

Dan sesiapa yang kami panjangkan umurnya, nescaya kami kembalikan dia kepada kejadia (NYA). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

69. WAMAA ‘AL-LAMNAA HUSY-SYI’-RAA WAMAA YAMM-BA-GHII LAHUU INHUWA ILLAA ZIKRUW WAQUR-AA-NUMM MUBIIN.

Dan kami tidak mengajarkan syair kepadanya (MUHAMMAD s.a.w) dan (bersyair itu) tidaklah layak baginya. Sesungguhnya tidak (AL-QURAN itu) selain dan peringatan (pelajaran), dan AL-QURAN (kitab) yang memberi (penerangan) yang jelas.

70. LIYUNN-ZIRA MANN KAANA HAY-YAW WAYA-HIQQAL QAULU ‘ALAL KAAFIRIIN.

Supaya dia (MUHAMMAD s.a.w) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.

71. AWALAM YARAW ANN-NAA KHALAQNAA LAHUM MIMMAA ‘A-MILAT AI-DIINAAA AN-‘AA-MANN FAHUM LAHAA MAA-LIKUUN.

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya kami telah menciptakan untuk mereka dengan tangan (kekuasaan) kami binatang ternak, lalu mereka menguasainya?

72. WAZALLAL NAAHAA LAHUM FAMINHAA RAKUU-BUHUM WAMINHAA YA” KULUUN.

Dan kami tundukkan (binatang-binatang itu) untuk mereka, maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.

73. WALAHUM FIIHAA MANAA-FI-‘U WAMA-SYAARIBU AFALAA YASY-KURUUN.

Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

74. WATTA-KHAZUU MIN DUUNIL-LAAHI AA-LIHATAL LA-‘AL-LAHUM YUNN-SARUUN.

Mereka mengambil selain daripada ALLAH s.w.t sembahan-sembahan, agar mereka mendapat pertolongan (darinya)

75. LAAYASTATII-‘UUNA NAS-RAHUM WAHUM LAHUM JUNDUM-MUH-DHARUUN.

Sembahan-sembahan itu tiada kuasa menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentera yang dihadirkan (untuk menjaga mereka)

76. FALAA YAH-ZUNN-KA QAULUHUM. IN-NAA NA’-LAMU MAA YUSIR-RUU NA WAMAA YU’-LINUUN.

Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu.Bahawa sesungguhnya kami mengetahui apa yang mereka rahsiakan dan apa yang mereka nyatakan.

77. AWALAM YARAL INN-SAANU AN-NAA KHALAQNAA HU MIN NUTFATIN FA-I-ZAA HUWA KHASII-MUM-MUBIIN.

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahawa kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata.

78. WA-DHARABA LANAA MA-TSALAW WANASIYA KHALQA-HUU QAALA MAY-YUHYIL ‘I-ZHAA-MA WAHIYA RAMIIM.

Dan dia membuat perumpamaan bagi kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; dia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”

79. QUL YUHYII HAL-LAZIII ANN-SYA-A-HAAA AW-WALA MARRA-TIW WAHUWA BIKULLI KHALQIN ‘A-LIIM.

Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh tuhan yang menciptakannya pada awalnya.Dan Dia maha mengetahui tentang segala makhluk.

80. AL-LAZII JA-‘A-LA LAKUM MINASY SYAJARIL AKH-DHARI NAARAN FA I-ZAAA ANN-TUM MINHU TUU-QIDUUN.

Iaitu tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

81. AWALAY SALLA-ZI KHALAQAS-SAMAA WAATI WAL AR-DHA BI QAA-DIRIN ‘A-LAA AY-YAKH-LUQA MITS-LAHUM BALAA WAHUWAL KHAL-LAAQUL ‘A-LIIM.

Dan tidakkah tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Bahkan (benar dia berkuasa) dan dialah maha pencipta lagi maha mengetahui.

82. INN-NAMAAA AMRUHUUU I-ZAAA A-RAADA SYAI-AN AY-YAQUULA LAHUU KUNN FAYAKUUN.

Sesungguhnya keadaan-NYA apabila DIA menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : “JADILAH !” maka terjadilah ia.

83. FASUB-HAA NAL LAZII BIYADIHII MALAKUU-TU KULLI SYAI-INW-WA I-LAY-HI TURJA ‘UUN.

Maka maha suci (ALLAH s.w.t) yang di tangan-NYA kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-NYAlah kamu akan dikembalikan.

INFO (kopi & milo dr komen family kita)

Anonymous said... Assalammualaikum, Saya diberitahu jika kehilangan duit, baca surah Yassin dan mula berdoa ketika bertemu setiap 'mubiin' dalam bacaan Yassin itu. Ada tujuh kali 'mubiin' diulang kesemuanya. Insyaallah, apa yang didoa akan terkabul.

Saya sendiri telah mencubanya. Alhamdullillah...jumpa kembali duit yang hilang. Amin.

Khamis, 11 April 2013

Bahasa Al Quran Dari Ilmu Allah swt

Mari Kita Berkongsi Yang Saya Baru Je Tahu..
Bahasa Al Qur’an dari Ilmu Allah….

Tergelitik dari postingan Kenapa Al Qur’an dari bahasa Arab, kemudian diselingi oleh pandangan sedikit liar dari berislam tak usahlah berarab ria lalu uraian sedikit menggelitik dari ahli lingustik muda untuk berjenggot dan bersorban lalu bersalib dan bertapa di klenteng (tentu saja ini guyon

) . Jadi tidak usahlah terlalu menyeriusinya.

Sejumlah huruf “hfahatfjer996derghmdf” atau disusun menjadi sejumlah kata “borokosomoho apakalahahrikaba tarikasaldam” atau tersusun menjadi campuran kata “gajah tidur harimau sleep golden akhwat kum salam amigos permios” atau juga tersusun dalam sebuah urutan kalimat dalam satu bahasa belumlah menjadi sebuah mahakarya atau bahkan menjadi suatu tema atau menjelaskan kejadian. Sejumlah kalimat juga belum menjadi sebuah novel ketika awal dan akhir, dan runtutan belum menjadi penjelas makna.

Tak sedikit pula yang menguraikan bahwa bahasa Arab dipelihara oleh Al Qur’an. Keunikan bahasa Al Qur’an (bukanlah bahasa sehari-hari), namun dengan bahasa ini, yang terpilih menjadi bahasa pengantar Allah kepada manusia. Tentu dijadikan karena memiliki keunggulan yang sulit ditandingi oleh bahasa-bahasa lainnya. Keindahan dalam terjemahan atau asli, nampak dalam rentetan yang dibahas terbatas dalam forum-forum sempit, karena juga kedalamannya yang tak tertandingi. Bukan hanya kemudahan diingat dan dilantunkan, juga berada pada kedalaman struktur, keseimbangan , dan tatanan informasi yang sulit dibandingkan dalam dunia tata tulis manusia sampai kini.

Keindahan Syair. Tampak keindahan syair dari sebuah surat yang sudah top deh :

Qul A-’uu-dzu birabbin-naaaas Malikin-naas Ilaa-hhin-naas Min syarril was waasil khonnaas Alla-dzii yuwaswisu-fii shuduurin-naas Minal jinnati wan-naas

dan pada banyak surat lainnya, tak mudah merasakan keindahan syair jika tidak dalam bahasa aslinya. Penerjemahan, bagaimanapun akan membuat, boleh jadi kehilangan nuansa keindahannya kalau ketepatan penerjemahan dalam ragam bahasa tak berhasil ditampilkan.

Juga kalau kita membaca surat Al Falaq, At Takaatsur, Ar Rahman, dan banyak lagi terasa nuansa syair sebagai salah satu perwujudan keindahan kata yang membuat takjub pendengarnya. Apalagi di masa awal kehadirannya di tanah Arab. Keindahan bahasa itu juga terekam pada karya-karya terjemahan. Ketepatan komposisi bahasa adalah satu keniscayaan sehingga Walid bin Mugirah berkata kepada Abu Jahal (yang memusuhi Nabi) setelah menemui Nabi : “Apa yang harus kukatakan?. Demi Allah, di antara kamu tak ada seorang pun yang lebih tahu dari aku tentang syair, rajaz dan qasidah-nya dan tentang syair-syair jin. Demi Allah, apa yang dikatakan Muhammad itu sedikit pun tidak serupa …. Ucapannya itu sungguh tinggi, tak dapat diungguli, bahkan dapat menghancurkan apa yang ada di bawahnya.“

Jadi maksudnya, dalam ukuran kebahasaan, keindahan bahasanya mengandung hal pokoknya siiip lah.

Ketepatan Ilmiah.

Dari sudut keilmuan, penandaan informasi tersusun begitu jelas dan kemudian ilmu dan pengetahuan mengakui ketepatannya. Struktur informasi dan kata bahkan posisinya tersusun dengan pola yang tak terbayangkan oleh manusia. Misalnya tentang besi, Al Qur’an menjelaskan dengan caranya sendiri yang tak pernah sebelumnya manusia memahaminya.

Ketepatan Matematis Bahasa

Juga keseimbangan informasi, keakuratan posisi kata, keakuratan jumlah, keakuratan bilangan perhitungan, atau sistematikanya yang sengaja saya kumpulkan dari berbagai sumber. Saya yakin masih terlalu sangat banyak (superlatif) yang tidak diketahui manusia dan yang telah diketahui pun, masih penuh ketidaktahuan kita. Tidak ada satu kitab ilmu pengetahuan, novel atau apa saja yang menjadi karya manusia yang mampu membangun komposisi kata dan arti dalam satu pemaknaan yang sangat terstruktur dari mulai jumlah huruf, isi, maupun uraiannya.

Ketepatan peristiwa sejarah, hukum, dan hal lainnya yang dicakup secara amat luas terwakili oleh satu kitab dengan 6346 ayat yang terumuskan atau dapatkah dirumuskan menjadi 6348 ayat yang di dalamnya menjelaskan bagaimana seharusnya manusia hidup, berhubungan dengan sesama, bagaimana memimpin, bagaimana berhubungan dengan pencipta, bagaimana hidup berkeluarga, bagaimana mengatur warisan, bagaimana menggunakan akal, bagaimana… bagaimana… Wah tentu para ahli (mufasir) menjelaskan dari berbagai segi. Memahami dengan cara harfiyah, maknawiyah, tasyiriayah, atau bahkan menta’wilkannya.

Saya kira (prasangka) bahkan definisi-definisi sosialpun (seperti arti kafir, arti muchsin, syirik, jin, setan, ghaib) dan lain sebagainya sangat boleh jadi tersusun secara matematis dan logis. Hanya, kemampuan manusia untuk memahaminyalah yang bertingkat-tingkat. Manalah mungkin memahami ilmu Allah dari kedalaman Al Qur’an, mana mungkin juga menyamai atau menanding!i. Kita hanya bisa memahami pesan tersurat, yang begitu gamblang dipahami itupun hanya seper…. seper… sekian dari yang seharusnya. Sebuah tingkatan yang orang-orang jaman kini mungkin semakin sulit memahami.

Karena itu, saya percaya keterperinciannya. Hanya kemampuan kita memerinci kembali yang menjadi tantangan untuk memahami. Tingkatan yang masih teramat jauh untuk dijangkau. Karenanya, yah… apaboleh buat, dalam banyak hal… mengimani tanpa reserve.

Kita juga melihat :

Karena kepentingan (politik dan golongan) tidak akan disimpangkan kiri kanan pemahaman agama sehingga disebar di jalan lurus menjadi setengah bengkok, dan ada yang benar-benar dibengkokan. Tersebar dalam sejarah Islam yang berdarah-darah. Muncul berbagai aliran bersimpang siur adalah fakta sejarah dan perjalanan yang tidak dipisahkan dari keterampilan berbahasa dan keterampilan menafsirkan untuk dan atas nama agama. Kalau bukan karena Profesor atheis yang ahli agama Islam, ahli bahasa Arab dan bahasa Al Qur’an, maka juga kita bisa melihat bagaimana pemeluk agama di acak-acak. Kalau bukan karena ulama dan kaum cerdik pandai (dalam bahasa dan sastra Arab) yang ikhlas dan berjihad di jalanNya, di dalam ridhaNya, maka tentulah syiar agama tidak tumbuh subur (Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberkahi keselamatan para pewaris Nabi ini). Terasa makin tipis kita memiliki ulama-ulama sekaliber ini (cerdik, berilmu, dan berilmu Al Qur’an, ikhlas dan mencurahkan hidupnya hanya untuk kepentingan ummat)

Ayat Kursi Bacaan Rumi

Allahu la ilaha illa Huwa, Al-Haiyul-Qaiyum La ta'khudhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fis-samawati wa ma fil-'ard Man dhal-ladhi yashfa'u 'indahu illa bi-idhnihi Ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi shai'im-min 'ilmihi illa bima sha'a Wasi'a kursiyuhus-samawati wal ard, wa la ya'uduhu hifdhuhuma Wa Huwal 'Aliyul-Adheem

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya).

Ahad, 7 April 2013

Cara2 Berwuduk Dan Niatnya...

Mula-mula sekali dalam wuduk, semestinya semua orang Islam tahu bahawa yang pertama ialah membasuh tangan hingga ke pergelangan tangan seperti berikut...

Ketika sedang membasuh tangan ini sebanyak tiga kali, anda boleh memohon kepada Allah dengan berdoa, 'Ya Allah, berkatilah hambaMu ini'...

Selesai sudah membasuh tangan, kemudian diteruskan pula dengan berkumur-kumur sebanyak tiga kali...

Ketika kumuran pertama, anda bolehlah berdoa kepada Allah dengan memohon 'Ya Allah, permudahkanlah aku untuk berzikir' Pada kumuran yang kedua, 'Ya Allah, permudahkanlah untuk aku membaca Al-Quran' Dan pada kumuran ketiga, 'Ya Allah, permudahkanlah aku untuk mengucap sebelum aku meninggal dunia'...

Seterusnya, selepas berkumur ialah masukkan air ke dalam hidung sebanyak tiga kali,

Ketika masukkan air ke dalam hidung anda boleh memohon kepada Allah, 'Ya Allah, berikanlah aku bauan syurga' Dan ketika mengeluarkan air daripada hidung berdoalah, 'Ya Allah, hindarilah aku daripada bauan api neraka'...

Selesai membasuh hidung, diteruskan pula dengan membasuh muka. Anda semua disedia maklum bahawa ketika membasuh muka perlu disertaikan dengan niat pada basuhan muka yang pertama. Cara berniat ialah ketika menadah tangan dikehendaki membaca lafaznya dan ketika membasuh muka hendaklah berniat di dalam hati tanpa bersuara.

Pada basuhan kedua atau ketiga, anda bolehlah memohon kepada Allah 'Ya Allah, kau berikanlah cahaya kepada wajahku pada akhirat kelak'...

Selepas membasuh muka, diteruskan pula dengan membasuh kedua belah tangan hingga ke siku sebanyak tiga kali. Dimulakan dengan membasuh tangan kanan kemudian barulah tangan kiri.

Ketika membasuh tangan sebelah kanan, berdoalah kepada Allah, 'Ya Allah, kau berikanlah buku catatan amalku di tangan sebelah kanan ini' Ketika membasuh tangan kiri, 'Ya Allah, kau hindarilah aku daripada menerima buku catatan amalku di tangan sebelah kiri ini'...

Kemudian diteruskan dengan membasuh sebahagian depan kepala sebanyak tiga kali juga.

Pada basuhan pertama memohon kepada Allah, 'Ya Allah, kau berikanlah aku perlindungan naungan ArashyMu' Basuhan kedua, 'Ya Allah, jauhikanlah aku daripada sentuhan api neraka' Dan basuhan ketiga, 'Ya Allah, berkatilah hidupku'...

Kemudian disusuli dengan membasuh kedua belah cuping telinga sebanyak tiga kali juga. Membasuh telinga mestilah selari dengan membasuh telinga kanan dan kiri.

Pada basuhan pertama mohonlah kepada Allah, 'Ya Allah, berikanlah aku pendengaran yang baik' Pada basuhan kedua, 'Ya Allah, perdengarkanlah aku benda yang baik' Pada basuhan ketiga, 'Mudah-mudahan aku mengikuti perkara-perkara baik yang telah aku dengari'

Seterusnya, membasuh leher. Pasti ramai tertanya-tanya 'adakah membasuh leher dalam wuduk?' Jawapannya ada tetapi sunat sahaja dalam wuduk tidak wajib. Leher juga dibasuh tiga kali.

Ketika membasuh leher, boleh berdoa kepada Allah, 'Ya Allah, hindarilah diriku daripada memakai rantai besi yang datangnya daripada nerakaMu'

Akhir sekali, basuh kedua-dua belah kaki kanan dan kiri sebanyak tiga kali. Membasuh kaki hendaklah diratakan air dicelah-celah jari sehingga ke buku lali.

Ketika membasuh kaki kanan, berdoalah kepada Allah, 'Ya Allah, izinkanlah hambaMu ini untuk melintasi titian siratMu dengan sepantas-pantasnya' Ketika membasuh kaki kiri, mohonlah, 'Ya Allah, hindarilah aku daripada jatuh ke dalam lubuk api nerakaMu'...

Setelah selesai mengambil wuduk, maka secara automatiknya terjadinya Tertib. Lebih afdalnya selepas mengambil wuduk bacalah doa selepas berwuduk,

Alhamdulillah, selesai sudah wuduk kita dengan sempurnanya. Moga-moga dengan wuduk kita yang sempurna ini solat kita juga boleh menjadi sempurna melalui keberkatan wuduk kita yang khusyuk. InsyaAllah, mudah-mudahan anda semua boleh mengamalkan wuduk yang khusyuk setiap kali mahu mengambil wuduk. InsyaAllah... Akhir kalam dari saya...

Khamis, 4 April 2013

10 Permintaan Iblis kepada ALLAH SWT..

Aku berkongsi dengan mu sebab aku sayang saudara2 ku..

10 Permintaan Iblis kepada Allah

Menyusul diusirnya Iblis dari surga, maka Iblis meminta 10 hal kepada Allah SWT sebagai kompensasi atas dikeluarkannya dia dari surga Allah. Permintaan itu dijelaskan Iblis sendiri ketika suatu waktu dia datang atas perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang sedang memberikan taushiyah kepada para sahabatnya di rumah beliau. Inilah dialog antara Nabi dengan Iblis yang terekam dalam sejarah Islam.

Iblis berkata;

1. Aku minta agar Allah membiarkan aku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah pun mengizinkan.

Allah berfirman “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka. Tidaklah janji setan itu kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram (yang diperoleh dari cara-cara yang melawan agama Allah, seperti riba, memakan harta anak yatim, harta judi, harta korupsi, dsb). Aku juga makan dari makanan yang tidak dimakan tanpa menyebut nama Allah sebelumnya.

2. Aku minta agar Allah membiarkan aku ikut bersama dengan orang yang berhubungan intim dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah. Saat itu anak-anakku (setan) ikut bersama (bercinta) dengan mereka dan anak yang dilahirkan oleh istrinya nanti, akan sangat patuh kepadaku dan anak-anakku.

3. Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal, seperti pergi ke tempat-tempat maksiat.

4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi (dan toilet) sebagai rumahku.

5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar (mall) sebagai masjidku.

6. Aku minta agar Allah menjadikan syair-syair (musik yang melalaikan manusia dari Allah) sebagai Alqur’anku.

7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Dia jadikan semua manusia yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah SWT berfirman “Orang-orang boros adalah saudara-saudara setan.” (QS Al-Isra : 27).

9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

10. Aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk bergerak dalam aliran darah manusia.

Iblis lalu melanjutkan “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun. Aku hanya bisa membisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa walau seorang pun di planet ini untuk beriman kepada Allah SWT. Sebagaimana dirimu sendiri. Tidak bisa memberikan hidayah sedikitpun. Engkau hanyalah rasul yang menyampaikan amanah. Jika engkau bisa memberikan hidayah (petunjuk keimanan), tak akan ada satupun kaum kafir di muka bumi ini. Aku hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat “Mereka akan terus berselisih kecuali orang-orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119) dan “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Sebagai penutup, Iblis berkata lagi “Wahai Muhammad rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin makhluk-makhluk yang beruntung, pemimpin penduduk Surga. Maha Suci Allah yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk yang merugi, dan pemimpin penduduk Neraka. Akulah orang yang celaka dan terusir. Ini yang ingin aku sampaikan kepadamu dan aku tak berbohong kepadamu saat ini”.

Siapakah Iblis itu?

Iblis dahulunya merupakan pemimpin dari para Malaikat yang tinggal di langit. Dia beribadah kepada Allah SWT selama ratusan ribu tahun hingga diberi karunia olehNya berupa wajah yang sangat tampan dan berpenampilan fisik sangat indah. Dalam suatu riwayat menyebutkan, karena begitu taatnya Iblis saat itu kepada Allah SWT, sampai-sampai dia memiliki 600 sayap yang menyamai jumlah sayap yang dimiliki pemimpin para malaikat, Jibril as.

Kejatuhan Iblis dimulai saat Allah SWT menciptakan nabi Adam as sebagai khalifah di planet bumi. Iblis pun dengki dan bersaksi di hadapan Allah SWT, bahwa dia lebih mulia dari Adam as karena dia diciptakan dari api. Dia merasa dengki kepada Adam as yang telah menikmati karunia besar berupa penghormatan dari Allah dan para malaikat sejak pertama kali dirinya diciptakan, sementara Iblis harus bekerja keras dengan beribadah selama ratusan ribu tahun untuk mencapai posisinya yang sekarang. Iblis pun mengingkarinya. Sejak saat itu iblis menjadi musuh utama yang sebenar-benarnya bagi anak cucu Adam as (umat manusia) hingga hari Kiamat nanti.

Berikut kronologis kejadiannya yang diabadikan dalam Alqur’an.

Kemudian Allah memerintahkan kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam! lalu mereka pun sujud. Kecuali Iblis. Dia enggan dan menyombongkan dirinya. Jadilah dia termasuk golongan yang ingkar (kafir).” (QS Al A’raaf : 12 –18)

Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam ketika Aku memerintahkanmu?”

Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari dia. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Engkau ciptakan dia (Adam) dari tanah.”

Allah berfirman, “Turunlah kamu darinya (Surga), karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk (golongan) yang hina.”

Dia pun meminta kepada Allah untuk menangguhkan kematiannya hingga hari kiamat. Iblis dendam kepada manusia, sebagai keturunan nabi Adam as, karena kehadirannya, obsesinya jadi makhluk nomor satu sepanjang masa jadi buyar. Iblis mempunyai keturunan dari bangsa jin yang disebut Setan. Setelah diberi waktu tangguh, seluruh jin dan manusia yang menjadi pengikutnya; berbuat maksiat, melawan Allah, dan memelihara keangkuhan dan kebakhilan, juga disebut Setan.

Iblis berkata, “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan (hari Kiamat).”

Berfirman Allah, “Sesungguhnya kamu termasuk yang orang-orang diberi tangguh.”

Iblis bersumpah, “Karena Engkau telah menghukumi saya tersesat, saya SUNGGUH-SUNGGUH akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus (Shirathal Mustaqim). Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tidak akan menemukan mayoritas dari mereka (ke dalam golongan) yang bersyukur.”

Allah berfirman, “Keluarlah kamu darinya (surga) sebagai yang terhina lagi terusir. Sesungguhnya siapa saja di antara mereka (manusia dan jin) yang mengikuti (jejak) kamu, Aku akan benar-benar mengisi neraka Jahannam itu dengan kalian.”

Saat dikutuk, wajahnya yang semula luar biasa tampan, menjadi luar biasa buruk, mirip wajah kambing yang cacat. Diapun memiliki tanduk dan wajahnya sendiri ada banyak di beberapa bagian tubuhnya. Wujudnya yang buruk rupa itu sebagai simbol keangkuhan dan kedengkiannya di hadapan Yang Maha Kuasa, dan sebagai persaksian dirinya sebagai raja dari makhluk-makhluk yang dimurkaiNya.

Iblis juga berhasil mengukir prestasi dalam sejarah, sebagai makhluk yang pertama kali berbohong di alam semesta ini, dengan membohongi nabi Adam as beserta istrinya Siti Hawa agar mau memakan buah Khuldi yang terlarang untuk dimakan. Dia menjelaskan kepada keduanya, siapa saja yang memakan buah itu, akan menjadi abadi di dalam surga.

Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali disebutkan bahwa Iblis sebelum dilaknat oleh Allah, bernama asli Azazil. Dia memiliki banyak nama/julukan, dari prestasinya beribadah kepada Allah SWT selama ratusan ribu tahun, yaitu:

* Langit pertama Azazil dikenal sebagai al-Abid (ahli ibadah)

* Langit kedua Azazil dikenal sebagai ar-Raki (ahli ruku) karena prestasinya selalu sempurna dalam rukunya

* Langit ketiga Azazil dikenal sebagai as-Saajid (ahli sujud) karena prestasinya selalu sempurna dalam sujudnya

* Langit keempat Azazil dikenal sebagai al-Khaasyi (selalu merendah dan takluk kepada Allah) salah satu makhluk

Allah yang paling taat setelah para malaikat sebelum dia dikutuk oleh Allah SWT atas keangkuhan dan kedengkiannya kepada nabi Adam as

* Langit kelima Azazil dikenal sebagai al-Qaanit (selalu ta’at) sebelum dia bertemu dengan Adam as

* Langit keenam Azazil dikenal sebagai al-Mujtahid (bersungguh-sungguh dalam beribadah)

* Langit ketujuh Azazil dikenal sebagai az-Zahid (sederhana dalam menggunakan sarana hidup)

Semoga dengan ini, kita bisa lebih mawas diri supaya Allah SWT tidak memasukkan kita kepada golongan Iblis dan Setan, sekarang dan selamanya. Amin.

Wallahu A’lam Bisshawab.

Sumber;

http://edihermawan126.blogspot.com/2012_02_01_archive.html

http://cayorainbe.blogspot.com/2003/01/iblis-ahli-ibadah-ruku-dan-sujud_29.html

http://www.illustrasiaku.com/10-permintaan-syaitan/

Rabu, 3 April 2013

Maafkan Aku


       Maaf, Hanya itulah yang mampu ku katakan..Aku tahu engkau merindukan aku, aku hatimu sedih.Aku tahu engkau menyintai aku.. Aku tahu apa yang
berlaku dalam hatimu..


          Mungkin itu takdirmu, tapi aku takut jika aku tak mampu membuat dirimu bahagia. Kerana aku sedar siapa diriku. Aku tak ingin menjanjikan sesuatu yang tak pasti untukmu. Aku takut engkau akan terluka..


Aku memang merinduimu, tapi untuk tidak ingin  melihat engkau terluka.. Aku percaya pasti engkau akan bertemu lelaki yang lebih baik dari aku.. Simpan lah aku di hatimu, aku hanya mampu mendoakan kebahagiaan mu walaupun aku tiada di sisimu..


Jika engkau mampu mencari diriku..

Takdir Hidup

Jika seseorang dilanda musibah, ia akan bersedih, menyalah kan orang lain, menyalahkan diri sendiri, bahkan menyalahkan ALLAH. Sebaliknya, jika memdapat keberuntungan, lupa diri dan tenggelam dalam gaya hidup yang berlebih-lebihan.


           Gambaran diatas menunjukkan keadaan dari kebanyakan manusia manusia yang kurang memahami rahasia dan hikmah takdir. Sesungguhnya, jika kita memahami/mempelajari takdir ALLAH, tentu akan dapat menyingkap hikmah yang tersembunyi. Maka baik atau buruk keadaan yang kita terima tidaklah menggoyahkan kehidupan. Ada yang berpendapat bahwa ketetapan takdir itu sebelum penciptaan langit dan bumi.



     Sesuai dengan Hadis Rasulullah saw yang berbunyi :"ALLAH telah menetapkan takdir mahluk ini sebelum DIA menciptakan langit dan bumi dalam jarak lima puluh ribu tahun.Dan Arsy-NYA di atas air". Sedangkan ALLAH berfirman di dalam SURAT AL HADID AYAT 22 :"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi ini dan tidak pula pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami memnciptakannya". Mengenai REJEKI, AJAL, BAHAGIA DAN SENGSARA seorang manusia telah ditentukan pada saat ia berada dirahim ibunya. Sesuai Hadis Rasulullah saw yang berbunyi :"Sesungguhnya penciptaan salah seorang diantara kalian berkumpul di dalam rahim ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, kemudian diutus kepadanya malaikat yang diperintahkan empat hal, lalu ditetapkan baginya rejeki, ajal dan amlnya, apakah akan sengsara atau bahagia.

Cerita Tentang Sujud Masa Sembahyang

Cerita Sujud:

Semasa malaikat-malaikat disuruh sujud kepada Nabi Allah Adam semua malaikat sujud apabila mereka bangun mengangkat kepala didapati malaikat yang bernama Azazil tidak sujud maka Allah SWT menjadi murka dan melaknat ke atasnya jadilah ia Iblis dengan bertukar rupa. Rupanya seperti kera dan badannya seperti babi justeru para malaikat merasa kecut dan takut lantas mereka sujud sekali lagi kerana syukur tidak kena laknat oleh Allah SWT.

1. SUJUD PERTAMA TAAT (PERINTAH ALLAH)

2. SUJUD KEDUA SYUKUR (HAMBA KEPADA ALLAH)

Tatkala Nabi Muhammad SAW Israk dan Mikraj ketika sampai di langit yang ketiga para malaikat-malaikat di sana sememangnya sujud selama- lamanya tetapi dikehendaki waktu Nabi SAW sampai mestilah mengangkat kepala tanda hormat. Apabila Nabi SAW memberi salam kepada para malaikat, semua malaikat itu bangun dari ycffsujud kerana menjawab salam dan berkenalan dengan melihat wajah Nabi Muhammad SAW kemudian mereka sujud semula. Telah bersabda Rasulullah SAW, Bumi keseluruhannya adalah masjid melainkan tempat perkuburan dan tempat mandi. "Telah dijadikan untuk kita bumi seluruhnya adalah masjid. Maka jangan anda sapu pasir pada tempat sujud kerana rahmat Allah berada di hadapan. Dan berdebu muka ku untuk Allah yang maha Mulia lagi maha Tinggi sebab pasir kerana itulah puncak ibadah kepada Allah Taala. Tidak dikira bersolat bagi mereka yang tidak sampai atau kena hidungnya ke bumi (tanah) seperti juga dahinya". Oleh kerana banyak hadis menyebut tentang bumi dan kaitannya dengan sujud maka para ulama bersepakat mengatakan sekurang-kurangnya mesti sekali seumur hidup solat dan sujud di atas bumi dengan tidak berlapik dan jika banyak kali adalah lebih baik. Maka dengan sebab itulah orang-orang yang bermazhab Syiah bersolat di atas bumi atau dengan membawa kemana-mana sapu tangan yang khas ada di atasnya tanah untuk lapik sujud.

Firman Allah SWT yang bermaksud:- " Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat Kami ialah orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhan dan mereka tidak menyombongkan diri" (Surah As-Sajadah ayat 15). Di dalam perlakuan sujud itu ada simbolik dan hikmah yang harus fahami dan hayati. Iaitu bersama terancap dan ratanya tujuh anggota badan kita dengan bumi, pergerakan yang sepenuh jiwa, sepenuh rasa hina dan mengharap kepada Allah SWT dan penyerahan secara total seorang hamba terhadap Penciptanya dalam menerima serta mematuhi segala perintah dan larangan dari-Nya. Jangan sampai berlaku, hanya di dalam solat sahaja kita sujud tetapi di dalam kehidupan seharian kita bersifat "jauh api dari panggang" didalam erti kata yang lain kita tidak tunduk, tidak taat dan tidak menyerah secara total kepada peraturan dan sistem Allah yang Maha Sempurna. Sayugia dilakukan setiap melakukan rukun sujud ketika solat sentiasalah membaharui ingatan kepada Allah SWT (Al-Khaliq). Manakala tunduk meletakkan dahi ketika sujud hendaklah merasakan bahawa ia sedang menghina diri kepada suatu Zat Allah Yang Maha Agung dan apabila ia merasa kehebatan Allah Yang Maha Agung maka ketika itu ia juga harus merasai dirinya itu amat kecil dan terlalu kerdil di hadapan Zat Yang Maha Agung. Sujud bererti seseorang itu telah meletakkan wajahnya ditempat yang paling rendah di atas tanah ini bermakna ia telah meletakkan seluruh dirinya di atas tanah. Dengan sujud itu bererti telah mengingatkan dirinya terhadap punca asal kejadian manusia itu dari tanah dan mengembalikan dirinya kepada tanah. Apabila ia telah sanggup menghantar dahinya dan juga dirinya ke tempat yang hina maka tidak mungkin ia akan bersikap sombong lagi terhadap Allah yang menciptakan dirinya dari tanah itu. Sesungguhnya asal kejadian manusia itu seperti yang dijelaskan di dalam Al-Quran adalah dijadikan dari tanah maka setiap kali seseorang itu sujud adalah bertujuan mengasuh hatinya bahawa ia kelak akan dikembalikan kepada tanah iaitu menemui kematian seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT. Dengan demikian bererti sujud itu juga mengasuh hati manusia bukan saja supaya mengingat akan asal kejadiannya tetapi juga akan dikembalikan ke tanah iaitu menemui ajal kematian. Maka setiap kali sujud sewajarnya seseorang itu sentiasa ia mengingati akan mati, apabila ia ingat akan mati maka terasa seolah-olah bahawa solatnya itu sebagai solat penghabisan kerana ia akan menghantarkan dirinya ke tanah. Ia merasakan bahawa setiap kali ia sujud seolah-olah ia tidak akan bangun lagi. Sedangkan kematian itu merupakan pintu bagi seseorang memasuki gerbang akhirat. Dalam keadaan demikian maka hati akan merasa gerun dan merasai kebesaran Allah dan ketika itulah ia membaharui lagi di dalam hatinya untuk mensucikan Zat Allah Yang Maha Tinggi disamping lidah tidak bertulang mengucapkan, "Subhana Rabbial- A'la wa-Bihamdih". Sujud bukan sahaja mendekatkan kita dengan Allah SWT tetapi dari sudut perubatan pun ada hikmahnya.

Antara hikmah sujud menurut keterangan perubatan ialah:-

1. Membetulkan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya. 2. Membetulkan pundi peranakan yang jatuh. 3. Melegakan sakit hernia. 4. Mengurangkan sakit senggugut ketika haid. 5. Melegakan bahagian paru-paru dari ketegangan. 6. Mengurangkan kesakitan pada apendiks atau limpa. 7. Meringankan bahagian pelvis. 8. Menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut, punggung ketika akan sujud. 9. Gerakan otot-otot ini menjadikannya lebih kuat dan elastik, secara automatik memastikan kelancaran darah. 10. Bagi wanita gerakan otot ini menjadikan buah dadanya lebih baik dan mudah berfungsi untuk menyusukan bayi. 11. Gerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal . 12. Mengurangkan kegemukan. 13. Otak manusia (organ terpenting) menerima banyak bekalan darah dan oksigen. 14. Kedudukan sujud paling baik untuk berehat dan mengimbang lingkungan bahagian belakang tubuh. 15. Memberi dorongan untuk mudah tidur. Selain itu kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekali gus menguatkan mentaliti kita (terutama ketika sujud waktu solat Subuh)